oleh Tim Hukumonline
12 Okt 2022
dibaca 4 menit
pexels-expect-best-351264.jpg
hukumonline linkedinhukumonline twitterhukumonline whatsapphukumonline facebook
Pemanfaatan Regulatory Technology dalam Industri Jasa Keuangan
Penerapan regulatory technology di sektor jasa keuangan dapat memudahkan industri jasa keuangan dalam memenuhi ketentuan dan pelaporan. Berikut perkembangannya.

Industri jasa keuangan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam industri ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengikuti perkembangan yang terjadi. Salah satu aspek yang kini menuai perhatian lebih adalah terkait digitalisasi di industri jasa keuangan, khususnya berkenaan dengan regulatory technology.  

Dilansir dari webinar dengan tajuk “Peran Regulatory Technology dalam Mendukung Kinerja Lembaga Jasa Keuangan”, OJK menerangkan bahwa pelaksanaan regulatory technology diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan industri jasa keuangan terhadap ketentuan atau hukum yang berlaku. 

Selain itu, penerapan regulatory technology juga dapat memudahkan industri jasa keuangan dalam memenuhi sejumlah ketentuan dan pelaporan, yang nantinya dapat meningkatkan kinerja industri ini. Dengan regulatory technology pula, akan dilakukan perubahan besar, pelaporan kepatuhan yang tadinya dilakukan secara manual nantinya dapat dilakukan secara digital. 

Dalam webinar tersebut, Nuhaida, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menerangkan bahwa regulatory technology adalah penggunaan teknologi informasi yang dimanfaatkan industri jasa keuangan untuk memenuhi kewajiban mereka dan masih berada dalam lingkup pengawasan OJK. 

Dilanjutkan Nurhaida, regulatory technology IJK diharapkan dapat digunakan dalam industri jasa keuangan untuk melakukan pemantauan akan regulasi-regulasi yang mengalami perkembangan dan untuk melakukan pelaporan yang baik dan tepat guna meningkatkan kepatuhan.  

Adapun implementasi regulatory technology ini merupakan upaya untuk meminimalisasi pelanggaran-pelanggaran yang mungkin dilakukan industri jasa keuangan. Regulatory technology yang berbentuk sistem ini akan memudahkan lembaga jasa keuangan dalam mengikuti perubahan peraturan yang ada. 

OJK sendiri sudah memulai langkah dalam mengembangkan teknologi industri jasa keuangan, baik supervisory technology dan regulatory technology. Di bidang supervisory technology, OJK telah meresmikan OJK Suptech Integrated Data Analytics atau OSIDA. 

Penggunaan OSIDA ini dapat mendeteksi sinyal early warning dan compliance check sebagai indikasi awal kelemahan governance pada aktivitas bisnis bank, potensi fraud, manipulasi data, serta ketidakpatuhan pada ketentuan yang berlaku. OSIDA sendiri membantu Pengawas OJK dalam melakukan intervensi dan supervisory actions lebih dini sebagai langkah antisipatif.

Lebih lanjutnya, dalam sektor perbankan terdapat OJK Box atau OBOX yang mana merupakan alat pengawas perbankan untuk mendapatkan laporan secara digital atas bank umum, bank perkreditan rakyat (BPR), serta bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). 

Kemudian, di pasar modal, OJK telah merancang dukungan teknologi sejak 2016 dengan menerapkan sistem pengawasan transaksi efek. Sistem ini digunakan saat transaksi saham, transaksi pasar derivatif, pasar efek bersifat utang, dan sukuk. 

Lalu, pada IKNB atau industri keuangan non-bank, OJK telah melakukan implementasi regulatory technology dengan mendirikan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil). 

Regulatory Compliance System

Perkembangan-perkembangan yang dilakukan OJK mengindikasikan bahwa regulatory technology adalah hal krusial dalam sebuah industri keuangan, khususnya untuk meminimalisir ketidakpatuhan dalam regulasi. 

Kemudian, nyatanya bagi industri lain, regulatory technology pun sangatlah penting. Terkait regulatory technology bagi perusahaan, untuk mempermudah analisis dan penerapan kepatuhan hukum (compliance) yang harus dilaksanakan perusahaan, Regulatory Compliance System (RCS) diciptakan. Fungsi RCS sendiri sangatlah beragam, antara lain:

  1. RCS mempermudah proses audit dan membuat audit minim risiko;
  2. RCS membuat perusahaan terhindar dari kewajiban hukum yang terlewat;
  3. RCS merupakan solusi pemantauan kepatuhan hukum perusahaan berbasis Artificial Intelligence dan dilaksanakan secara komprehensif. 

Regulatory Compliance System difungsikan untuk membantu pemenuhan kewajiban hukum perusahaan. Dapatkan solusi terbaik dari RCS Hukumonline sekarang juga!

Bagikan artikel ini
hukumonline linkedinhukumonline twitterhukumonline instagramhukumonline facebook
Artikel dan Insight Terkini
Kami memahami bisnis dan tantangan Anda.
Dapatkan solusi terbaik bagi kepatuhan hukum perusahaan Anda sekarang.
Hubungi Kami
whatsapp contact